Pages

Senin, 20 Mei 2013

Surat dari Ayah dan Ibu untuk anaknya



Orang bilang anakku orang penting, kata mereka namanya tersohor dimana-mana. Orang bilang anakku orang penting,  Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilang anakku orang penting  Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? “Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.”Anakku, sejak mereka bilang engkau orang penting ibu kembali mematut diri menjadi ibu orang penting. Dengan segala kesibukkanmu,ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.


kasihsayangseorangibu.jpg (184×275)


Tapi kini dimanakah rumahmu nak?ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini .Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah,dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu .Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.Mungkin tawamu telah habis hari ini,tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu . Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankan untuk tersenyum,sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau,katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahu nak,ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini,memastikan engkau baik-baik saja,memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak,tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..


Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib perusahaanmu,engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkau nampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu .Namun,sebagian hati ibu mulai bertanya nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota perusahaanmu nak ?



Anakku,ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu.Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan .Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku,ibu mencoba membuka buku agendamu .Buku agenda sang Pekerja.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini,ada jadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting.Ibu membuka lembar demi lembarnya,disana ada sekumpulan agendamu,ada sekumpulan mimpi dan harapanmu.Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya,masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana. Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak,andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu,putra kecilku..


Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak,dimana profesionalitasmu untuk ibu ?dimana profesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ? Ah,waktumu terlalu mahal nak.Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..


Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta, ibu, ayah, kaka dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik .Dan hingga saat itu datang,jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan.Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.





Maafkan aku ibu yang selama ini telah membuat hatimu yang lembut itu terluka,,

aku mohon maafkan aku IBU


Untuk video klik disini

Rabu, 15 Mei 2013

CINTA SEJATI DAN KESEMPURNAAN

Berbagai sekolah pendidikan balita yang disebut dengan taman kanak-kanak menjadikan ragam permainan sebagai kurikulum pendidikannya. Pernah di salah satu taman kanak-kanak, para peserta didiknya disuruh membawa sekantong plastik kentang. Setiap anak diminta mengambil satu buah kentang dan menuliskan nama seseorang yang dibencinya. Dengan kata lain, setiap anak membawa sekantong plastik kresek kentang yang merupakan simbol orang-orang yang mereka benci.

Tepat pada hari yang ditentukan, permainan kentang itu dimulai. Semua anak-anak membawa sekantong plastik kentang. Setiap kentang tertulis nama-nama orang yang dibenci. Ada yang membawa 2 buah kentang, 3, 5 dan lainnya dari jumlah kentang yang dibawa anak-anak di sekolah itu. Sebelum permainan dimulai, ibu gurunya menyampaikan beberapa tata cara permainan. Yaitu, setiap anak harus membawa kantong plastik yang berisi kentang itu ke mana pun si anak pergi. Ini harus dilakukan selama seminggu penuh. Permainan pun dimulai.

Setelah beberapa hari, anak-anak merasakan bau tidak sedap dari kantong plastik itu. Permainan ini menyusahkan mereka. Selain sudah beberapa hari harus menahan bau kantong plastik berisi kentang itu, ia juga menjadi beban berat karena harus ditenteng ke mana-mana. Sudah barang tentu, semakin banyak kentang yang diletakkan di dalam plastik, baunya akan semakin tidak sedap dan semakin berat. Setelah seminggu, anak-anak sekolah taman kanak-kanak itu senang sekali. Karena permainan itu resmi berakhir.

Di sekolah, ibu guru menanyakan mereka bagaimana perasaan mereka ketika membawa sekantong kentang selama seminggu. Jawaban anak-anak tidak jauh berbeda, mereka mengatakan, “Sangat menyulitkan, susah sekali permainannya. Saya merasa capek karena membawa sekantong plastik berisi kentang ke mana-mana dan baunya juga sangat tidak sedap”. Kemudian guru pun menerangkan hikmah permainan tersebut, “Inilah gambaran kondisi hati yang sesungguhnya, ketika kita membenci seseorang. Rasa benci akan merusak, membuat polusi dan mengeluarkan bau tidak sedap di hati kita. Kapan dan di mana pun kita berada. Menahan rasa bau tidak sedap selama seminggu saja kalian sudah tidak sanggup, lalu apakah kalian mau menahan rasa penat yang sama, karena kalian benci kepada seseorang seumur hidup? “

HIKMAH CERITA:
Cinta sejati bukan berarti Anda harus mencintai seseorang secara sempurna dan lengkap. Karena Anda tidak akan pernah menemukannya. Cinta sejati adalah mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang benar dan sempurna. Dengan demikian, maka Anda akan mendapatkan cinta yang sama, sebagaimana bau busuk dan tidak sedap itu terus menyebar. Demikian juga sebaliknya, jika Anda mencintai dan menerima seseorang apa adanya, maka bau indah dan aroma wangi akan terus menyebar di mana pun dan kapan pun.


Sumber : disini

Selasa, 14 Mei 2013

TUKANG KAYU


Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu.  Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.
Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah terbaik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah  pada si tukang kayu.  “Ini adalah rumahmu,” katanya, “hadiah dari kami.”
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan  cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang terbaik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan selama ini dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri dengan penuh ketidak sempurnaan karena semata kelalaian kita.
Seandainya kita menyadarinya sejak semula, pastilah kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Kehidupan yang kita jalani, tak ubahnya kita sedang membangun sebuah rumah untuk kita tempati nanti selamanya. Apabila kita sungguh2 dalam menjalani kehidupan ini dengan penuh kebaikan, maka rumah yang akan kita tempatipun akan terasa nyaman, namun apabila kita menjalani kehidupan ini dengan penuh keburukan, maka yang kita rasakan nantipun tidak akan jauh berbeda. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini.
Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.
“Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri dan hasilnyapun akan dirasakan sendiri”.
Semoga kita bisa memanfaatkan sisa usia dengan penuh kebaikan.
Amin

PELAJARAN BERHARGA DARI SANG KURA-KURA

Pada suatu hari kelinci ingin membuktikan kepada semua warga hutan, bahwa kura-kura tidak cocok mendapatkan jabatan yang sangat menjanjikan itu. Supaya semuanya tahu kura-kura tidak lebih dari seekor binatang pecundang dan gagal. Di hadapan banyak warga hutan, ia menantang kura-kura bersaing dengannya. Kura-kura pun menerima tantangan itu. Dalam pertandingan ini, kedua pihak bisa mengajukan syarat-syarat tertentu. Kelinci memberikan syarat kepada kura-kura, bahwa pertandingan ini hanya antara ia dengan kelinci, yaitu hanya berdua saja. Tentu saja syarat ini diterima kura-kura, bahkan sebelum adanya syarat itu, kura-kura juga sudah pasti memenuhinya. Sedangkan syarat dari kura-kura adalah kelinci harus membawa beban di punggungnya selama pertandingan. Dan berat beban tersebut sesuai dengan berat yang dipikul kura-kura ke mana ia pergi. Syarat ini tidak membuat kelinci gentar sedikitpun. Ia sangat yakin bisa memenangkan pertandingan itu, walau tidak pernah berlatih memikul beban di punggung. Syarat ini juga untuk mengukur kemampuan dirinya, apakah mampu membawa beban berat sambil berlari atau tidak.
Hari pertandingan pun tiba. Macan berdiri sebagai wasit lomba lari antara kura-kura dan kelinci. Macan lalu memberikan aba-aba, dan keduanya langsung bergerak. Dalam perlombaan itu, kebiasaan bergerak lambat si kura-kura tidak juga hilang. Sedangkan penantangnya sudah lari dengan semaksimal mungkin dan mengeluarkan semua potensi yang ada dalam dirinya. Karena si kelinci berlari kencang, ia tidak sadar bahwa beban yang disyaratkan kepadanya ternyata ketinggalan di belakang. Sudah sampai di tengah perjalanan menuju garis finish, ia kembali ke belakang untuk mengambil bebannya, ternyata beban itu banyak menyedot energinya. Ia tidak kuat memikul beban yang berat itu sambil berlari. Apalagi kekuatannya semakin berkurang karena terlalu kencang berlari sebelumnya. Akhirnya, kura-kura berhasil menuju garis finish dan memenangkan tantangan itu. Seluruh penonton yang hadir sangat kagum kepada kura-kura ini dan semakin sayang kepadanya.

Cerita kura-kura cerdik ini sangat inspiratif dan membangun. Ada nilai pendidikan positif yang bisa Anda ambil:
Pelajaran dari sang kura-kura:
- Jangan menganggap sepele dan enteng terhadap sesuatu yang kecil, karena Anda yakin bahwa diri Anda mampu menyelesaikannya!
- Gunakan kecerdasan dan kecermatan Anda ketika menghadapi sesuatu yang baru dan yang tidak terduga dalam hidup!
- Manfaatkan dan isi waktu untuk hal-hal yang dapat menambah potensi diri Anda!
- Jangan pernah pasrah dan menyerah, seperti halnya kura-kura di atas!
Foto: PELAJARAN BERHARGA DARI SANG KURA-KURA:
Kisah Motivasi Islami

Pada suatu hari kelinci ingin membuktikan kepada semua warga hutan, bahwa kura-kura tidak cocok mendapatkan jabatan yang sangat menjanjikan itu. Supaya semuanya tahu kura-kura tidak lebih dari seekor binatang pecundang dan gagal. Di hadapan banyak warga hutan, ia menantang kura-kura bersaing dengannya. Kura-kura pun menerima tantangan itu. Dalam pertandingan ini, kedua pihak bisa mengajukan syarat-syarat tertentu. Kelinci memberikan syarat kepada kura-kura, bahwa pertandingan ini hanya antara ia dengan kelinci, yaitu hanya berdua saja. Tentu saja syarat ini diterima kura-kura, bahkan sebelum adanya syarat itu, kura-kura juga sudah pasti memenuhinya. Sedangkan syarat dari kura-kura adalah kelinci harus membawa beban di punggungnya selama pertandingan. Dan berat beban tersebut sesuai dengan berat yang dipikul kura-kura ke mana ia pergi. Syarat ini tidak membuat kelinci gentar sedikitpun. Ia sangat yakin bisa memenangkan pertandingan itu, walau tidak pernah berlatih memikul beban di punggung. Syarat ini juga untuk mengukur kemampuan dirinya, apakah mampu membawa beban berat sambil berlari atau tidak.

Hari pertandingan pun tiba. Macan berdiri sebagai wasit lomba lari antara kura-kura dan kelinci. Macan lalu memberikan aba-aba, dan keduanya langsung bergerak. Dalam perlombaan itu, kebiasaan bergerak lambat si kura-kura tidak juga hilang. Sedangkan penantangnya sudah lari dengan semaksimal mungkin dan mengeluarkan semua potensi yang ada dalam dirinya. Karena si kelinci berlari kencang, ia tidak sadar bahwa beban yang disyaratkan kepadanya ternyata ketinggalan di belakang. Sudah sampai di tengah perjalanan menuju garis finish, ia kembali ke belakang untuk mengambil bebannya, ternyata beban itu banyak menyedot energinya. Ia tidak kuat memikul beban yang berat itu sambil berlari. Apalagi kekuatannya semakin berkurang karena terlalu kencang berlari sebelumnya. Akhirnya, kura-kura berhasil menuju garis finish dan memenangkan tantangan itu. Seluruh penonton yang hadir sangat kagum kepada kura-kura ini dan semakin sayang kepadanya.

Cerita kura-kura cerdik ini sangat inspiratif dan membangun. Ada nilai pendidikan positif yang bisa Anda ambil:
Pelajaran dari sang kura-kura:
- Jangan menganggap sepele dan enteng terhadap sesuatu yang kecil, karena Anda yakin bahwa diri Anda mampu menyelesaikannya!
- Gunakan kecerdasan dan kecermatan Anda ketika menghadapi sesuatu yang baru dan yang tidak terduga dalam hidup!
- Manfaatkan dan isi waktu untuk hal-hal yang dapat menambah potensi diri Anda!
- Jangan pernah pasrah dan menyerah, seperti halnya kura-kura di atas! 

(Dikutip dari buku "BELAJAR DARI AYAT-AYAT ALLAH YANG TERSIRAT; KISAH MOTIVASI ISLAMI TERFAVORIT," hal. 100-101. Dapatkan kisah-kisah motivasi islami lainnya hanya di buku ini. Tersedia di berbagai Toko Buku Besar di seluruh kota se-Indonesia, atau hub: 021-7947694 SMS: 087885797250)

Jumat, 03 Mei 2013

APLIKASI SIMASTRI (Sistem Informasi Manajemen ASet disTRIbusi)

Aplikasi SIMASTRI (Sistem Informasi Manajemen ASet disTRIbusi) merupakan aplikasi yang berguna untuk menyimpan data aset distribusi yang terdiri dari Jaringan Tegangan Menegah, Trafo Distribusi, dan Jaringan Tegangan Rendah. Untuk SIMASTRI Versi 1 saat ini hanya bisa diakses melalui intranet kantor PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Untuk SIMASTRI Versi 2 saat ini sedang dikembangkan agar dapat diakses oleh beberapa Kantor PLN lainnya yang membutuhkan aplikasi untuk penyimpanan data aset distribusi.
Berikut link untuk demo SIMASTRI disini